Kade Yudi Saspriyana's Blog

Hear Your Heart. Heart Your Health.

NUTRISI PASCA MELAHIRKAN March 24, 2010

Filed under: Pasca Melahirkan,Semua Kategori — kade yudi @ 2:13 am

oleh : dr. Kade Yudi Saspriyana

Selamat kepada para ibu yang telah melahirkan putra-putrinya yang sehat dan lucu. Selanjutnya, dalam beberapa bulan pasca melahirkan akan terjadi perubahan-perubahan yang sangat berarti, terutama bagi wanita yang melahirkan untuk pertama kalinya. Perubahan-perubahan yang dimaksud adalah terkait dengan proses melahirkan yang dijalankan oleh ibu. Jika proses melahirkannya normal (pervaginam) maka akan dibutuhkan waktu untuk memulihkan kondisi fisik saat proses melahirkan berlangsung.

Sedangkan jika proses melahirkannya dengan operasi (sectio cesarea), maka ibu akan memulihkan kondisi setelah menjalani sebuah operasi termasuk penyembuhan luka pasca operasi. Kondisi ibu pasca melahirkan ini juga membutuhkan suatu status kesehatan yang optimal agar dapat menyusui bayinya. Oleh karenanya, mengkonsumsi makanan yang beragam dan bergizi tinggi menjadi suatu kebutuhan utama bagi seorang ibu agar dapat melewati waktu pasca melahirkan ini dengan baik serta tetap memiliki kondisi tubuh yang sehat, sehingga dapat mengurus bayinya dengan baik.

Pada beberapa wanita, masa-masa pasca melahirkan akan menjadi suatu periode yang sangat memberatkan karena stress fisik selama masa kehamilan dan saat persalinan, kemudian banyaknya pekerjaan rumah tangga dan mengurus bayi yang harus dikerjakan, tetapi dengan waktu istirahat yang sedikit, maupun kesibukan dalam pekerjaannya (pada ibu-ibu yang bekerja). Seringkali keadaan ini menyebabkan sang ibu lupa untuk memperhatikan kesehatan dan makanannya. Asupan makanan bergizi bagi si ibu adalah penting untuk mengganti kehilangan nutrien selama kehamilan dan proses persalinan, juga sebagai tambahan energi, dan untuk menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat.

Secara umum pola makan yang dianjurkan bagi wanita pasca melahirkan adalah: mengkonsumsi makanan yang beragam yang mengandung zat-zat gizi tinggi, tidak mengkonsumsi makanan yang mengandung bahan pengawet termasuk makanan siap saji, mengkonsumsi banyak cairan, seperti air putih, jus buah, dan sup, mencegah penggunaan produk-produk diet instan yang banyak beredar di masyarakat, menghindari alkohol, rokok, serta obat-obatan, dan juga menghindari konsumsi garam, gula, kopi, dan pemanis buatan secara berlebihan.

Berikut ini piramida makanan yang dianjurkan bagi ibu pasca melahirkan:

Skema piramida makanan yang dianjurkan bagi ibu-ibu pasca melahirkan

Kebutuhan makanan bagi wanita pasca melahirkan tergantung pada beberapa hal, yaitu: umur, ukuran tubuh, aktivitas fisik yang dijalankan, berat badannya sebelum hamil dan pertambahan berat badan selama hamil, serta status menyusui wanita tersebut. Sebagai contoh, wanita dengan tubuh yang tinggi, dan menyusui bayinya untuk pertama kali, serta tergolong kurus (underweight) sebelum hamil, dan hanya bertambah berat badannya sebanyak 9 kg ketika hamil memerlukan asupan makanan lebih banyak dibandingkan dengan wanita yang lebih tua dan berat badannya bertambah 18 kg selama masa kehamilan.

Pada beberapa literatur juga disebutkan bahwa wanita pasca melahirkan dengan usia di bawah 24 tahun memiliki kebutuhan nutrisi yang lebih besar dibandingkan wanita pasca melahirkan yang berusia di atas 24 tahun. Di mana wanita di bawah usia 24 tahun membutuhkan jenis makanan yang berasal dari olahan susu guna mendapatkan kalsium yang diperlukan untuk pertumbuhan tulangnya.

Wanita menyusui jika dibandingkan wanita yang tidak menyusui membutuhkan kalori lebih besar dan juga membutuhkan sumber makanan dengan kandungan protein tinggi. Besarnya kalori yang dibutuhkan oleh ibu menyusui adalah sama seperti saat dia hamil dan jumlah ini bertambah besar pada 6 bulan pertama (apabila bayi tidak menerima makanan tambahan maupun susu formula).

Pada wanita pasca melahirkan dengan cara operasi (sectio cesarea) juga membutuhkan makanan yang baik untuk penyembuhan luka operasinya. Ibu-ibu yang menjalani operasi ini membutuhkan makanan dengan kandungan vitamin C untuk mempercepat penyembuhan luka operasinya dan makanan dengan kandungan protein tinggi untuk memperbaiki sel-sel yang rusak.

Berikut ini kebutuhan nutrisi untuk wanita yang menyusui. Dalam 6 bulan pertama membutuhkan kalori sebanyak 550 kalori, protein 25 gram/hari, lemak 45 gram/hari, kalsium 1000 mg/hari, vitamin A (retinol) 950 IU, vitamin C 80 mg/hari, vitamin D 10 mg, zat besi 30 mg/hari, dan asam folat 150 mg/hari. Sedangkan dalam jangka waktu 6 bulan-1 tahun, kebutuhan kalorinya adalah sebesar 400 kalori, protein 18 gram/hari, lemak 45 gram/hari, kalsium 1000 mg/hari, vitamin A (retinol) 950 IU, vitamin C 80 mg/hari, vitamin D 100 mg, zat besi 30 mg/hari, dan asam folat 150 mg/hari. Dalam bentuk penyajian makanan, untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu kiranya ibu-ibu memperhatikan kombinasi makanan berikut ini:

1. Makanan yang kaya protein

Kebutuhan yang dianjurkan dalam satu hari adalah untuk ibu menyusui sebanyak 7 takar jenis makanan berikut ini dan 5 takar untuk ibu yang tidak menyusui. Di mana untuk satu takarannya masing-masing setara dengan: 1 ons ikan atau makanan seafood lainnya; 1 ons daging ayam, sapi, atau babi; 1 butir telur rebus, ½ cangkir sayur buncis (kedelai), dan ¼ cangkir kacang tanah.

2. Makanan yang kaya kalsium

Kebutuhan yang dianjurkan dalam satu hari adalah untuk ibu menyusui sebanyak 3 takar jenis makanan berikut ini dan 3 takar untuk ibu yang tidak menyusui. Di mana untuk satu takarannya masing-masing setara dengan: 8 ons susu cair atau yogurt; ½ ons keju; ½ cangkir es krim; 1 cangkir puding.

3. Makanan yang kaya karbohidrat

Kebutuhan yang dianjurkan dalam satu hari adalah untuk ibu menyusui sebanyak 7 takar jenis makanan berikut ini dan 6 takar untuk ibu yang tidak menyusui. Di mana untuk satu takarannya masing-masing setara dengan: ½ cangkir nasi putih, 1 potong roti, ½ cangkir sereal, 1 potong kecil jagung.

4. Makanan yang kaya akan vitamin C :

Kebutuhan yang dianjurkan dalam satu hari adalah untuk ibu menyusui sebanyak 1 takar jenis makanan berikut ini dan juga 1 takar untuk ibu yang tidak menyusui. Di mana untuk satu takarannya masing-masing setara dengan: 6 ons jeruk, tomat, anggur; ½ cangkir pepaya, ½ cangkir stroberi.

5. Makanan yang kaya akan vitamin A

Kebutuhan yang dianjurkan dalam satu hari adalah untuk ibu menyusui sebanyak 1 takar jenis makanan berikut ini dan juga 1 takar untuk ibu yang tidak menyusui. Di mana untuk satu takarannya masing-masing setara dengan: 1 potong kecil wortel; ½ cangkir bayam, buncis, lobak; ¼ cangkir mangga.

6. Makanan yang mengandung lemak tak jenuh

Kebutuhan yang dianjurkan dalam satu hari adalah untuk ibu menyusui sebanyak 3 takar jenis makanan berikut ini dan juga 3 takar untuk ibu yang tidak menyusui. Di mana untuk satu takarannya masing-masing setara dengan: 1 sendok teh margarin, mayonaise; 1/8 gelas jus alpokat.

7. Makanan yang mengandung zat besi

Kehilangan banyak darah selama proses melahirkan dapat menyebabkan ibu akan merasa lemah, lelah, sesak, dan nafsu makan yang menurun. Kehilangan darah ini akan mengakibatkan simpanan zat besi akan berkurang. Mengkonsumsi daging dan ikan serta produk sayur-sayuran dapat membantu mengembalikan simpanan zat besi di dalam tubuh. Agar penyerapan zat besi di dalam usus menjadi lebih baik, dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan/minuman yang kaya akan vitamin C, seperti jus jeruk dan menghindari konsumsi teh, karena dapat menurunkan absorpsi zat besi di dalam usus.

Pentingnya nutrisi pasca melahirkan seperti yang telah disampaikan di atas adalah juga terkait dengan beberapa permasalahan yang dialami ibu-ibu pasca melahirkan, seperti: anemia, kelelahan, konstipasi, dan menginginkan bentuk tubuh seperti sebelum hamil.

1. Anemia

Kadar zat besi yang rendah dalam darah, yang secara laboratorium ditunjukkan dengan kadar Haemoglobin berada di bawah 11,9 g/dl atau Hematokrit di bawah 35,6 %. Keadaan ini bisa terjadi karena cadangan zat besi yang memang kurang, multipel fetus, kebutuhan yang meningkat selama hamil, dan kehilangan darah selama proses persalinan (baik persalinan pervaginam atau pun dengan operasi). Mengkonsumsi makanan yang kaya zat besi dengan dibarengi mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin C dapat membantu mengembalikan cadangan zat besi tersebut.

2. Konstipasi

Keadaan ini terjadi karena stress sistem pencernaan selama proses persalinan berlangsung ataupun karena asupan makanan yang tidak sesuai. Mengatasi keadaan ini dianjurkan kepada ibu-ibu untuk banyak minum air putih ataupun mengkonsumsi jus buah serta dapat mencoba minum air hangat atau dingin untuk mengembalikan gerakan usus. Mengkonsumsi makanan kaya serat (sayur-sayuran, buah, sereal) juga sangat membantu mengatasi masalah ini. Juga disarankan untuk melakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan secara rutin setiap hari.

Tidak dianjurkan untuk menggunakan obat laxative tanpa petunjuk dokter. Jika keadaan ini tetap dikeluhkan dalam waktu seminggu, agar segera diperiksakan ke dokter.

3. Kelelahan

Kelelahan terjadi sebagai akibat tidur yang kurang karena disibukkan oleh aktivitas mengurus bayi dan seringkali ibu-ibu mencoba untuk melakukan berbagai aktivitas rumah tangga sendirian. Di samping dengan mengatur waktu istrirahat yang tepat, seperti tidur lebih awal di malam hari, mengkonsumsi makanan bergizi dalam jumlah yang sesuai juga akan sangat membantu menjaga kondisi tubuh tetap sehat. Terlebih bagi ibu yang menyusui.

4. Menginginkan bentuk tubuh seperti sebelum hamil

Seringkali ibu-ibu pasca melahirkan menginginkan berat badannya kembali seperti sebelum hamil dengan cepat, dengan jalan mengkonsumsi makanan-makanan pelangsing tubuh yang banyak beredar di masyarakat. Padahal sesungguhnya hal ini dapat menurunkan kualitas ASI yang dikeluarkan. Ibu-ibu agar memperhatikan untuk tidak secara cepat menurunkan berat badan dalam minggu-minggu pertama pasca melahirkan. Di mana agar hanya menurunkan antara 0,5 kg-1 kg setiap minggunya atau 2,5 kg – 5 kg dalam beberapa bulan. Cara alami untuk membantu mengembalikan berat badan tersebut adalah dengan mengkonsumsi makanan dengan komposisi seperti yang telah dijelaskan di atas dan juga melakukan olahraga ringan secara teratur.

About these ads
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.