Kade Yudi Saspriyana's Blog

Hear Your Heart. Heart Your Health.

PREVALENCE OF MALARIA IN PREGNANCY AT LITE DISTRICT HEALTH SERVICE ON JANUARY 2009 UNTIL JUNE 2009 March 25, 2010

Malaria was one of social health problems in Indonesia, which cause death at population at risks : baby, and pregnant women. Lite District Health Service which located in Flores Timur Regency, NTT Province fight against malaria too. But because of minimum employee and utilities, the diagnostic made by Rapid Diagnostic Test (RDT) and sometimes by clinical sign. From all of those reasons, especially in pregnant women, have done one research to know the prevalence of malaria in pregnancy in Lite District Health Service area on January 2009 until June 2009 period. It was an important research, in order to ensure that health prevention and preventive will execute properly. This research used descriptive method. All of diagnostic in this research based on clinical symptoms and RDT examination.

The research was done based on pregnant woman data that came to the Lite Health District Service and also direct examination done by investigator. Then, from the data, the investigator find out data of pregnant woman with malaria, include the result of physical examination, therapy, and the prognosis of the disease.

The prevalence of malaria in pregnancy in the area of Lite Health District Service on January 2009 until June 2009 are 3,2%. Sixty percent was primigravida, 100% was shown febrile symptom, cheat, and sweating. Only 20% the diagnostic made by RDT examination. 80% cases was therapy by chloroquine and 20% referred to complete Health Service. From prognosis criteria, 80% delivered vigorous baby and mother condition was good, and 20% of delivered baby was dead. But it wasn’t cause by malaria.

From those reasons, the investigator suggest to the head of District Health Service and also to the Regency Government to extend preventive and promotion program, and also extend the employee of the District Health Service and the utilities.

 

PENYAKIT RADANG PANGGUL

oleh : dr. Kade Yudi Saspriyana

Penyakit Radang Panggul atau Pelvic Inflammatory Disesase (selanjutnya dalam tulisan ini akan disingkat menjadi PID) merupakan istilah yang merujuk pada suatu infeksi pada uterus (rahim), tuba fallopii (suatu saluran yang membawa sel telur dari ovarium ke uterus), dan organ reproduksi lainnya. Penyakit ini merupakan komplikasi yang umum terjadi pada penyakit-penyakit menular seksual (Sexually Transmitted Disease/STDs), utamanya yang disebabkan oleh chlamydia dan gonorrhea. PID dapat merusak tuba fallopii dan jaringan yang dekat dengan uterus dan ovarium.

Berdasarkan data epidemiologis yang dikeluarkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat (tahun 2008) disebutkan bahwa lebih dari 1 juta wanita pernah mengalami episode PID akut dalam kehidupannya. Dan lebih dari 100.000 wanita menjadi infertil setiap tahunnya karena PID dan proporsi yang semakin besar dari kejadian kehamilan ektopik setiap tahunnya terkait dengan dampak lanjutan dari PID yang tidak tertangani dengan baik.

Setiap wanita sesungguhnya memiliki barrier fisiologis yang menyebabkan kuman-kuman mengalami hambatan mekanik, biokemik, dan imunologis, baik itu pada vagina, ostium uteri eksternum, kavum uterus, maupun pada lumen tuba uterina fallopii. Bentuk-bentuk hambatan itu diantaranya adalah: epitel vagina wanita dewasa yang cukup tebal dan terdiri atas glikogen, serta basil Doderlein yang memungkinkan pembuatan asidum laktikum sehingga terdapat reaksi asam dalam vagina, yang selanjutnya memperkuat daya tahan vagina. Walaupun dalam vagina terdapat banyak kuman lain, akan tetapi dalam keadaan normal basil Doderlein lebih dominan. Pada serviks uteri terdapat kelenjar-kelenjar yang mengeluarkan lendir yang alkalis serta mengental di bawah kanalis servikalis dan ini menyulitkan masuknya kuman ke atas. Getaran rambut getar pada mukosa tuba fallopii menyebabkan arah pergerakannya menuju uterus dan hal ini disokong oleh gerakan peristaltik tuba yang merupakan halangan pada infeksi untuk terus meluas ke rongga peritonium. Barrier fisiologis ini akan terganggu pada keadaan-keadaan perdarahan, abortus, dan instrumentasi kanalis servikalis. Baca Selengkapnya

 

PENTINGNYA PEMERIKSAAN KEHAMILAN SECARA BERKALA March 24, 2010

Filed under: Kehamilan,Semua Kategori — kade yudi @ 3:19 am

oleh : dr. Kade Yudi Saspriyana

Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 (tiga) triwulan, yaitu : triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan.

pemerikasaan penting untuk memantau kemajuan kehamilan guna memastikan kesehatan ibu serta tumbuh kembang bayi

Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu serta perubahan sosial di dalam keluarga. Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir. Namun kadang-kadang juga tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sulit diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah. Oleh karena itu pelayanan atau asuhan selama hamil (antenatal) merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal. Ibu hamil sebaiknya dianjurkan mengunjungi dokter sedini mungkin sejak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan atau asuhan antenatal.

Tujuan asuhan antenatal ini adalah memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi; meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial ibu dan bayi; mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan; mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayinya dengan luka (trauma) seminimal mungkin; mempersiakan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif; serta mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara normal.

Kunjungan selama hamil (antenatal) ini sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan. Yaitu satu kali pada triwulan pertama, satu kali pada triwulan kedua, dan dua kali pada triwulan ketiga. Baca Selengkapnya

 

OBAT DAN KEHAMILAN

Filed under: Kehamilan,Kesehatan,Semua Kategori — kade yudi @ 2:57 am

oleh : dr. Kade Yudi Saspriyana

Dewasa ini banyak sekali produk-produk kesehatan yang ditawarkan kepada masyarakat. Dan tidak sedikit pula yang menyasar ibu-ibu hamil. Sekiranya muncul pertanyaan dalam benak ibu-ibu hamil tersebut, apakah produk ini aman untuk mereka dan apa bahayanya mengkonsumsi obat tanpa seijin dokter. Berikut ini akan dibahas mengenai obat-obat yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi kehamilan, baik itu terhadap ibu maupun janinnya, jika digunakan tanpa petunjuk dokter.

Pada wanita hamil, adalah penting untuk menjaga kesehatannya dengan jalan mengkonsumsi makanan yang bergizi, istirahat yang cukup serta melakukan olahraga secara teratur. Dan yang tidak kalah penting adalah menghindari berbagai zat yang dapat membahayakan dirinya maupun janinnya. Zat-zat yang dimaksud seperti: obat-obatan, alkohol, dan rokok.

Sekitar lebih dari 90% wanita hamil menggunakan obat-obatan, baik yang diresepkan oleh dokter ataupun tanpa resep. Secara umum, kecuali benar-benar dibutuhkan dan dengan ijin dokter, penggunaan obat-obatan bebas sebaiknya dihindari karena akan berdampak buruk pada janin yang dikandung. Diketahui pula bahwa di Amerika Serikat sekitar 2-3% dari seluruh kelainan yang muncul pada bayi baru lahir disebabkan karena penggunaan obat yang tidak sesuai. Baca Selengkapnya

 

MALARIA DALAM KEHAMILAN

Filed under: Kehamilan,Kesehatan,Semua Kategori — kade yudi @ 2:45 am

Oleh : dr. Kade Yudi Saspriyana

Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum, ovale, vivax, dan malariae. Pada tahun 2008, telah ditemukan satu spesies lagi yang diduga dapat sebagai penyebab malaria, yakni: Plasmodium knowlesi (Sighh et al).

Malaria sebagai salah satu penyakit infeksi, menimbulkan angka mortalitas yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan kematian mencapai 1 juta setiap tahunnya di seluruh dunia dan insiden sebesar 300-500 juta infeksi per tahun. Dan kebanyakan korbannya adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun. Wanita hamil adalah juga merupakan kelompok yang mudah diserang oleh infeksi plasmodium ini.

Infeksi parasit malaria pada manusia dimulai bila nyamuk anopheles betina menggigit manusia dan nyamuk akan melepaskan sporozoit ke dalam pembuluh darah, di mana sebagian besar dalam waktu 45 menit akan menuju hati dan sebagian kecil sisanya akan mati di darah. Setelah sel parenkim hati terinfeksi, terbentuk sizont hati yang apabila pecah akan mengeluarkan banyak merozoit ke sirkulasi darah.

Setelah berada dalam sirkulasi darah ini, merozoit akan menyerang eritrosit dan masuk melalui reseptor permukaan eritrosit. Selanjutnya parasit tumbuh setelah memakan hemoglobin dan dalam metabolismenya membentuk pigmen yang disebut hemozoin. Terdapat dua teori yang menjelaskan patogenesis infeksi malaria pada kehamilan. Baca Selengkapnya

 

BAGAIMANA MENCEGAH KANKER LEHER RAHIM ?

Filed under: Kesehatan,Semua Kategori — kade yudi @ 2:33 am

oleh : dr. Kade Yudi Saspriyana

Berdasarkan data Yayasan Kanker Indonesia, diketahui bahwa di dunia setiap tahunnya sekitar 500.000 perempuan didiagnosa menderita kanker leher rahim (serviks) dan lebih dari 250.000 meninggal dunia. Total 2,2 juta perempuan di dunia, setiap tahunnya, menderita kanker leher rahim.

Kanker leher rahim cenderung muncul pada perempuan berusia 35-55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuan dengan usia yang lebih muda. Di Indonesia, diperkirakan setiap harinya terjadi 41 kasus baru kanker leher rahim dan 20 perempuan meninggal dunia karena penyakit tersebut. Data-data tersebut membawa kanker leher rahim merupakan kanker nomor 2 yang paling sering menyerang perempuan di seluruh dunia dan kanker leher rahim merupakan kanker nomor 2 yang paling sering menyebabkan kematian karena kanker pada perempuan di seluruh dunia.

Tingginya angka kejadian dan angka kematian (mortalitas) kanker leher rahim di Indonesia terutama disebabkan  karena pasien baru datang memeriksakan diri ke dokter pada stadium lanjut. Sekitar lebih dari 70% pasien terdiagnosis pada stadium lanjut (lebih dari stadium II B). Salah satu faktor yang menyebabkan keadaan tersebut adalah  90% dari kasus kanker leher rahim pada stadium dini tidak memiliki gejala khas sehingga penderita tidak mengetahui adanya kanker di tubuhnya.

Belum lagi cara pandang hampir sebagian besar masyarakat Indonesia yang hanya memeriksakan dirinya ke dokter hanya ketika sudah mengalami gejala berat, seperti mengalami perdarahan spontan per vaginam. Dan jika hal itu terjadi, kanker leher rahim sudah berada pada stadium lanjut dan memiliki angka harapan hidup yang kecil.

Mengacu pada kenyataan-kenyataan tersebut, penanggulangan kanker leher rahim juga terletak pada bagaimana mengadakan suatu upaya deteksi dini (skrining) yang dapat menjangkau seluruh wanita Indonesia. Dengan mengadakan deteksi dini atau skrining merupakan salah satu cara untuk menemukan lesi pre kanker dan kanker pada stadium dini. Baca Selengkapnya

 

PERUBAHAN-PERUBAHAN PADA WANITA HAMIL

Filed under: Kehamilan,Semua Kategori — kade yudi @ 2:22 am

oleh : dr. Kade Yudi Saspriyana

Kehamilan merupakan episode dramatis terhadap kondisi biologis, perubahan psikologis dan adaptasi dari seorang wanita yang pernah mengalaminya. Sebagian besar wanita menganggap bahwa kehamilan adalah peristiwa kodrati yang harus dilalui tetapi sebagian lagi menganggap sebagai peristiwa khusus yang sangat menentukan kehidupan selanjutnya.

Perubahan kondisi fisik dan tentu saja emosional yang kompleks ini membutuhkan adaptasi terhadap penyesuaian pola hidup dengan proses kehamilan yang terjadi. Dan terkait dengan perubahan-perubahan fisik yang biasanya dialami oleh para ibu hamil, berikut ini akan dibahas beberapa diantaranya.

A. Trimester 1 (dari konsepsi sampai 3 bulan)

Pada saat ini, tubuh seorang wanita hamil mulai belajar beradaptasi dan “berkompromi” terhadap berbagai perubahan. Awalnya, memang belum terjadi perubahan fisik yang luar biasa. Pada bulan ke-3, perut mulai membesar, namun tidak terlalu kelihatan.

Beberapa hal yang sering dikeluhkan oleh ibu hamil pada trimester pertama adalah :

1. Mual dan muntah

Mual dan muntah pada awal kehamilan (hiperemesis gravidarum) diduga terjadi karena pengaruh hormon kehamilan. Untuk mengatasinya, makanlah dalam porsi kecil tapi sering, banyak-banyak minum (air jahe hangat, air putih), siapkan makanan ringan (camilan) di dekat ibu hamil, hindari bau yang tidak sedap, jauh-jauh dari makanan berlemak, pelan-pelan bangkit dari tidur dan duduk, serta menyikat gigi setelah muntah. Baca Selengkapnya