Kade Yudi Saspriyana's Blog

Hear Your Heart. Heart Your Health.

MALARIA DALAM KEHAMILAN March 24, 2010

Filed under: Kehamilan,Kesehatan,Semua Kategori — kade yudi @ 2:45 am

Oleh : dr. Kade Yudi Saspriyana

Malaria merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum, ovale, vivax, dan malariae. Pada tahun 2008, telah ditemukan satu spesies lagi yang diduga dapat sebagai penyebab malaria, yakni: Plasmodium knowlesi (Sighh et al).

Malaria sebagai salah satu penyakit infeksi, menimbulkan angka mortalitas yang tinggi. Hal ini dibuktikan dengan kematian mencapai 1 juta setiap tahunnya di seluruh dunia dan insiden sebesar 300-500 juta infeksi per tahun. Dan kebanyakan korbannya adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun. Wanita hamil adalah juga merupakan kelompok yang mudah diserang oleh infeksi plasmodium ini.

Infeksi parasit malaria pada manusia dimulai bila nyamuk anopheles betina menggigit manusia dan nyamuk akan melepaskan sporozoit ke dalam pembuluh darah, di mana sebagian besar dalam waktu 45 menit akan menuju hati dan sebagian kecil sisanya akan mati di darah. Setelah sel parenkim hati terinfeksi, terbentuk sizont hati yang apabila pecah akan mengeluarkan banyak merozoit ke sirkulasi darah.

Setelah berada dalam sirkulasi darah ini, merozoit akan menyerang eritrosit dan masuk melalui reseptor permukaan eritrosit. Selanjutnya parasit tumbuh setelah memakan hemoglobin dan dalam metabolismenya membentuk pigmen yang disebut hemozoin. Terdapat dua teori yang menjelaskan patogenesis infeksi malaria pada kehamilan.

  1. Teori sequestration: di mana eritrosit yang terinfeksi terakumulasi di daerah  pembuluh darah ibu pada plasenta (ruang intervillous). Sehingga mengakibatkan penurunan suplai makanan dan oksigen ke janin dan meningkatkan resiko BBLR. Hal ini juga diperberat oleh status anemia pada ibu sebagai akibat infeksi plasmodium pada eritrosit ibu.
  2. Teori kedua adalah teori imunopathology: di mana pada kehamilan normal respon imun selular (Th1) ditekan untuk mencegah rejeksi oleh fetus. Infeksi malaria malah akan menstimulasi respon Th1 ini sehingga menyebabkan pertumbuhan janin terhambat. Respon Th1 yang kuat selama kehamilan juga terkait dengan anemia pada ibu, aborsi spontan, dan persalinan prematur.

Siklus hidup malaria di dalam tubuh dan di luar tubuh manusia

Penyakit malaria ditandai dengan demam yang tinggi serta infeksi pada sel darah merah (eritrosit) yang selanjutnya dapat menimbulkan anemia. Dan mengapa malaria memiliki dampak yang serius pada kehamilan? Karena setiap tahunnya lebih dari 30 juta wanita di daerah endemis menjadi hamil. Kemudian malaria dalam kehamilan memberikan kontribusi bagi terjadinya 2-15% anemia pada ibu hamil, 30% BBLR, dan 3-5% kematian neonatus.

Pada primigravida biasanya tidak memiliki imunitas terhadap malaria dan sangat suseptibel. Namun pada daerah dengan transmisi malaria yang tinggi, multigravida memiliki imunitas terhadap infeksi malaria dan mendapatkan perlindungan pada kehamilan berikutnya. Sedangkan pada daerah dengan transmisi malaria yang rendah, multigravida biasanya jarang terpapar dan tidak memiliki kekebalan. Kekebalan multigravida di daerah dengan transmisi malaria yang tinggi disebabkan oleh resirkulasi dari T-limfosit dari pembuluh darah intervillus menuju jaringan limfoid lokal yang selanjutnya memfaslitasi imunitas lokal dimaksud.

Komplikasi maternal pada daerah endemik mencakup: anemia, febrile illness, dan placental sequestration. Sedangkan komplikasi pada daerah non endemik mencakup: resiko tinggi untuk menderita malaria cerebral, resiko kematian yang juga tinggi, anemia, hipoglikemia, oedem paru, dan gagal ginjal. Sedangkan komplikasi pada janin di daerah endemis meliputi: BBLR,  IUGR, dan pada daerah non endemik meliputi: abortus spontan, persalinan preterm, BBLR, dan malaria kongenital.

Dengan mengetahui efek dan komplikasi yang ditimbulkan oleh malaria terhadap kehamilan, maka diperlukan suatu upaya proteksi, deteksi dini dan tatalaksana yang efektif dan aman bagi kehamilan itu sendiri. Hal-hal yang dapat dikerjakan adalah dengan kemoprofilaksis/Intermittent Preventive Treatment (IPT), menggunakan kelambu jika tidur, melakukan pemeriksaan kehamilan (ANC) secara rutin, dan promosi kesehatan yang benar-benar terarah di masyarakat.

Prinsip pengobatan malaria pada kehamilan adalah tidak membuang waktu dalam penegakan diagnosis, me-MRS-kan dengan segera semua kasus malaria yang disebabkan oleh Plasmodium falciparum, serta menilai tingkat keparahan penyakit ini, seperti: kondisi umum, jaundice, tekanan darah, temperatur tubuh, Hb, hasil hapusan darah tepi, fungsi hepar, serum creatinin, dan glukosa darah.

Pilihan obat yang dapat digunakan pada Malaria dalam kehamilan adalah sebagai berikut:

Semua trimester:

First line: chloroquine, quinine

Second line: artesunate/arthemeter/arteether

Trimester kedua dan ketiga dengan perhatian khusus:

– Pyrimethamine + sulphadoxine ; mefloquine

Kontra indikasi:

– Primaqiune, tetracycline, doxycycline, halofantrine.

Yang tidak kalah pentingnya adalag kemoprofilaksis malaria pada wanita hamil yang berada pada daerah dengan transmisi tinggi. Karena berdasarkan penjelasan di atas, infeksi malaria dapat berakibat fatal pada ibu dan janin jika tidak mendapatkan pengelolaan yang tepat. Pilihan kemoproflilaksis tersebut adalah:

Chloroqiune: yang merupakan pilihan teraman. Sehingga dipertimbangkan sebagai pilihan pertama . Namun pada beberapa daerah dapat timbul resistensi terhadap chloroqiune, sehingga digunakan obat golongan yang lain dengan batas keamanan yang sesuai untuk kehamilan.

Pyrimethamine+Sulphadoxine: jangan diberikan pada umur kehamilan kurang dari 16 minggu, dan jangan diberikan pada wanita dengan riwayat alergi sulpha.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s