Kade Yudi Saspriyana's Blog

Hear Your Heart. Heart Your Health.

PENTINGNYA PEMERIKSAAN KEHAMILAN SECARA BERKALA March 24, 2010

Filed under: Kehamilan,Semua Kategori — kade yudi @ 3:19 am

oleh : dr. Kade Yudi Saspriyana

Masa kehamilan dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3 (tiga) triwulan, yaitu : triwulan pertama dimulai dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan kedua dari bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh sampai 9 bulan.

pemerikasaan penting untuk memantau kemajuan kehamilan guna memastikan kesehatan ibu serta tumbuh kembang bayi

Kehamilan melibatkan perubahan fisik maupun emosional dari ibu serta perubahan sosial di dalam keluarga. Pada umumnya kehamilan berkembang dengan normal dan menghasilkan kelahiran bayi sehat cukup bulan melalui jalan lahir. Namun kadang-kadang juga tidak sesuai dengan yang diharapkan. Sulit diketahui sebelumnya bahwa kehamilan akan menjadi masalah. Oleh karena itu pelayanan atau asuhan selama hamil (antenatal) merupakan cara penting untuk memonitor dan mendukung kesehatan ibu hamil normal dan mendeteksi ibu dengan kehamilan normal. Ibu hamil sebaiknya dianjurkan mengunjungi dokter sedini mungkin sejak ia merasa dirinya hamil untuk mendapatkan pelayanan atau asuhan antenatal.

Tujuan asuhan antenatal ini adalah memantau kemajuan kehamilan untuk memastikan kesehatan ibu dan tumbuh kembang bayi; meningkatkan dan mempertahankan kesehatan fisik, mental, dan sosial ibu dan bayi; mengenali secara dini adanya ketidaknormalan atau komplikasi yang mungkin terjadi selama hamil, termasuk riwayat penyakit secara umum, kebidanan dan pembedahan; mempersiapkan persalinan cukup bulan, melahirkan dengan selamat, ibu maupun bayinya dengan luka (trauma) seminimal mungkin; mempersiakan ibu agar masa nifas berjalan normal dan pemberian ASI eksklusif; serta mempersiapkan peran ibu dan keluarga dalam menerima kelahiran bayi agar dapat tumbuh dan berkembang secara normal.

Kunjungan selama hamil (antenatal) ini sebaiknya dilakukan paling sedikit 4 kali selama kehamilan. Yaitu satu kali pada triwulan pertama, satu kali pada triwulan kedua, dan dua kali pada triwulan ketiga.

Pelayanan atau asuhan standar minimal adalah sebagai berikut :

1. Pemeriksaan berat badan

Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mengetahui apakah berat badan ibu sudah sesuai atau tidak. Pemeriksaan berat badan akan dilakukan setiap ibu berkunjung nantinya. Idealnya, selama triwulan pertama berat badan ibu harus naik 0,5  sampai 0,75 kg setiap bulan. Pada triwulan kedua berat badan ibu harus naik 0,25 kg setiap minggu. Dan pada triwulan terakhir berat badan ibu harus naik sekitar 0,5 kg setiap minggunya. Atau secara umum berat badan ibu bertambah minimal 8 kg selama kehamilan.

2. Pemeriksaan tekanan darah

Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk mendeteksi apakah tekanan darah normal atau tidak. Pemeriksaan ini juga dilakukan pada setiap kunjungan. Tekanan darah yang tinggi dapat membuat ibu mengalami keracunan kehamilan, baik ringan maupun berat bahkan sampai kejang-kejang. Sementara tekanan darah yang rendah menyebabkan pusing dan lemah.

3. Pemeriksaan puncak rahim (fundus uteri)

Tujuannya adalah untuk melihat pembesaran rahim. Dilakukan dengan cara meraba perut dari luar. Termasuk juga untuk mengetahui presentasi bayi, serta bagian janin yang berada di puncak (fundus) dan letak punggung bayi (untuk selanjutnya menentukan denyut jantung janin). Dalam pemeriksaan fisik ini juga dilakukan pengukuran tinggi puncak rahim untuk kemudian disesuaikan dengan umur kehamilan. Sehingga jika didapatkan besar rahim yang tidak sesuai dengan perkiraan umur kehamilan, pemeriksaan penunjang berikutnya dapat direncanakan.

4. Pemberian imunisasi tetanus toksoid (TT) lengkap

Pemberian imunisasi TT ini bertujuan untuk melindungi ibu dan bayi yang dilahirkan nanti dari Tetanus Neonatorum. Imunisasi ini diberikan sebanyak 5 kali, di mana TT1 diberikan pada kunjungan antenatal pertama, TT2 diberikan 4 minggu setelah TT1, TT3 diberikan 6 bulan setelah TT2, TT4 diberikan 1 tahun setelah TT3, dan TT5 diberikan 1 tahun setelah TT4.

5. Pemberian tablet besi

Kebijakan nasional yang diterapkan pada seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat di Indonesia adalah pemberian satu tablet besi sehari sesegera mungkin setelah rasa mual hilang pada awal kehamilan. Tiap tablet mengandung FeSO4 320 mg (zat besi 60 mg) dan asam folat 500 µg, minimal masing-masing 90 tablet. Tablet besi sebaiknya tidak diminum bersama teh atau kopi, karena akan mengganggu penyarapannya.

6. Tes terhadap Penyakit Menular Seksual (PMS)

Wanita, termasuk yang sedang hamil, merupakan kelompok resiko tinggi terhadap PMS. Penyakit menular seksual ini dapat menimbulkan kesakitan dan kematian, baik pada ibu maupun janin yang dikandungnya. Apabila dalam kunjungan pertama, wanita hamil tersebut memiliki resiko terhadap PMS, maka perlu dilakukan penapisan. Penapisan ini dapat berupa pemeriksaan cairan (sekret) vagina maupun pemeriksaan darah. Dengan terdeteksinya PMS secara lebih dini, akan dapat diobati secara tepat dengan memperhatikan faktor keamanan terhadap ibu dan janin. Sehingga kesakitan dan kematian pada ibu dan janin dapat dihindari.

7. Temu wicara dalam rangka persiapan rujukan

Mengingat tidak dapat diramalkannya kondisi ibu dan janin saat proses persalinan berlangsung, khusus untuk daerah Pusat Kesehatan Masyarakat yang jauh dari Rumah Sakit Kabupaten atau Propinsi serta ketiadaan fasilitas mobil ambulans, perlu dipikirkan persiapan-persiapan berkenaan dengan rujukan. Terlebih untuk daerah-daerah yang terisolasi oleh hutan, sungai, maupun laut. Oleh karenanya diperlukan komunikasi dengan suami atau keluarga guna mempersiapkan rujukan jika nantinya diperlukan. Dengan manajemen rujukan yang benar, cepat, dan tepat; ibu dan janin/bayi yang dilahirkan akan memperoleh penanganan yang benar. Sehingga dengan seirama akan membantu menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Indonesia.

Mengacu pada penjelasan di atas, bagi ibu hamil dan suami/keluarga dapat mengubah pola berpikir yang hanya datang ke dokter jika ada permasalahan dengan kehamilannya. Karena dengan pemeriksaan kehamilan yang teratur, diharapkan proses persalinan dapat berjalan dengan lancar dan selamat. Dan yang tak kalah penting adalah kondisi bayi yang dilahirkan juga sehat, begitu pula dengan ibunya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s